Tidak jarang saya menemukan seorang remaja yang berani menghardik Ibunya. Pikir saya, orang tersebut belum menyadari besarnya arti seorang Ibu. Hatinya keras tidak dapat menangkap kasih sayang Ibunya, betapapun banyaknya tetesan keringat dan air mata yang telah ia keluarkan demi anaknya tersebut.
Di hati kecil saya sebetulnya selain kasihan sama si Ibu, saya juga kasihan sama si Anak. Hancur sudah jiwanya jika ia tak sempat berbakti kepada orang tuanya, atau bahkan tak sempat memohon maaf atas kedurhakaannya kepada Sang Ibu.
Ia baru akan merasakan arti seorang Ibu dalam makna yang sebenarnya, setelah Ibunya tiada!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar